Jumat, 15 April 2011

PENGERTIAN KONSERVASI

Konservasi merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.

Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang

Konservasi secara umum diartikan pelestarian namun demikian dalam khasanah para pakar konservasi ternyata memiliki serangkaian pengertian yang berbeda-beda implikasinya. Menurut Adishakti (2007) istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site (ICOMOS) tahun 1981 yaitu : Charter for the Conservation of Places of Cultural Significance, Burra, Australia. Piagam ini lebih dikenal dengan Burra Charter. Dalam Burra Charter konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung didalamnya terpelihara dengan baik. Pengertian ini sebenarnya perlu diperluas lebih spesifik yaitu pemeliharaan morfologi (bentuk fisik) dan fungsinya. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut. Bila dikaitkan dengan kawasan maka konservasi kawasan atau sub bagian kota mencakup suatu upaya pencegahan adanya aktivitas perubahan sosial atau pemanfaatan yang tidak sesuai dan bukan secara fisik saja.

Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas. Konsep pelestarian yang dinamik tidak hanya mendapatkan tujuan pemeliharaan bangunan tercapai namun dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan lain bagi pemakainya. Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan. Dan pelestarian merupakan pula upaya untuk menciptakan pusaka budaya masa mendatang (future heritage), seperti kata sejarawan bahwa sejarah adalah masa depan bangsa. Masa kini dan masa depan adalah masa lalu generasi berikutnya.

http://kakaadid.blogspot.com/2011/04/konservasi-arsitektur.html

Rabu, 09 Februari 2011

Annyeong oppa,,,,,,LEE SEUNG GI

Annyeonghaseo oppa......
hehehehe....ini macam macam ekspresi waktu oppa shuting,,


ehhmmm ni ekspresi klo oppa udah mulai ada rasa cemburu. klo ekspresinya gini tandanya oppa udah mulai jatuh cinta tapi ga mau ngakuin ja. susah ya oppa buat ngakuinnya??? gmn sih ayo dong tunjukan kejantananmu hehehehehe....^^
klo udah ketauan oppa ada rasa cemburu langsung deh salah tingkah hehehe....ada aja yang dilakuin, konyol sih tapi bikin gw senyum senyum klo liat ekspresi ini...naaahhhh,,,,,,,ini nih tingkah nyebelin oppa klo udah ketauan,,,klo ekpresinya gini pasti oppa punya rencana jail deh, keliatan dari senyumnya yg bikin kesel tapi seneng sih hehehe...aahhh oppa kamu ekspresif banget sih,,,NAEGA NOMU NOMU NOMU NOMU NOMU CHUWA E,,,(^_^)....nie ekspresi oppa klo lagi marah,,,,serem ya,,tp tetep ganteng hehehehehe

nah klo senyum gini oppa tambah ganteng kannn
oppaaa,,,,,,,,klo tidur lucu...........
ekpresi yang paling gw seneng,,,,SARANGHEYO...oppa

Sabtu, 29 Januari 2011

ANALISIS BANGUNAN PUBLIK DI BEKASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEPIKTIF

Kritik Depiktif yaitu : metode kritik dalam arsitektur yang cenderung tidak dipandang sebagai sebuah bentuk kritik, karena ia tidak didasarkan pada pernyataan baik atau buruk sebuah bangunan. Sebagaimana tradisi dalam kritik kesenian yang lain, metode ini menyatakan apa yang sesungguhnya ada dan terjadi disana.

Objek yang akan dianalisis, yaitu : BEKASI SQUARE


Bekasi Square (4 ha) di Jl A Yani, Kota Bekasi, dekat pintu tol Bekasi Barat, dikembangkan secara terpadu, dan akan menjadi pesaing berat Metropolitan Mall di seberangnya. Tahap pertama dipasarkan space 65 ribu m2 yang terdiri dari 300 ruang usaha ditambah 68 ruko. Ruang usaha disewakan, ruko dijual. Setelah itu menyusul apartemen dan hotel.

Kehadiran Bekasi Square membuat persaingan pusat belanja di Bekasi Barat makin seru. Saat ini sudah ada Mal Metropolitan, Mega Bekasi, Plaza Bekasi, dan Plaza Ramayana Bekasi. Bekasi Square hadir dengan konsep terbaru dengan kombinasi 4 pilihan dalam 1 lokasi strategis. Hal ini menjadi magnet bagi keluarga, usahawan serta hotelier, tentu saja alasan ini masuk akal karena Bekasi Square memiliki Shopping Mall, Ruko, Apartemen dan Hotel, sehingga begitu banyak segmen market yang dapat ditangkap di satu titik.

Bagian Luar Bangunan (Eksterior)

Bekasi Square, masih terbilang baru, konsep mall yang tidak beda dengan mall mall lainnya hanya saja bangunan Bekasi Square berbeda, lebih ke arah eropa style. Dengan ruko sebagai tampilan façade, membuat Bekasi Square terlihat grand dengan desain classic modern yang menyatu dengan bangunan utama mall. Deretan ruko ini menjadi kombinasi sempurna bagi paduan kompleks commercial & residence.


Bagian Dalam Bangunan (Interior)

Mall dengan 4 lantai yang dilengkapi beragam fasilitas, mulai belanja, hiburan hingga lifestyle akan menjadi ‘Master of the Show’ Bekasi Square. Beberapa tenant terkemuka telah bergabung bersama kami, jadi jangan sampai ketinggalan menangkap pelanggan Anda disini. Dengan tenant mixed yang tepat dan unik disetiap lantainya, membuat pengunjung merasakan kenikmatan belanja di Bekasi Square. Arus pengunjung juga diciptakan melalui traffic escalator yang membawa mereka menjelajahi seluruh lantai Bekasi Square. Deretan ruko dengan arsitektur classic modern akan menjadi area bisnis retail maupun non-retail bergengsi di daerah Bekasi maupun timur Jakarta. Sebuah pilihan tepat m

enjalankan usaha dideretan ruko ini untuk bidang usaha perbankan, makanan ataupun sector non-retail. Beragam fasilitas hiburan, belanja dan kuliner menarik untuk dinikmati. Untuk fasilitas hiburan, tersedia Cineplex serta pusat hiburan Amazone, selain itupun lidah Anda akan digoda dengan sajian beragam rasa di foodmall terl

engkap di Bekasi.

Apartment, dengan lokasi tepat di gerbang masuk tol menuju Jakarta, Apartemen di Bekasi Square menjadi hunian ekslusif yang m

udah dicapai. Hotel, Bekasi yang juga dikenal sebagai kota penyangga Jakarta, memiliki konsentrasi bisnis Cikampek, Karawang ataupun Bekasi sendiri. Dengan letak yang juga tidak jauh dari Jakarta, Hotel di Bekasi Square dapat menjadi alternatif baik untuk urusan bisnis maupun liburan keluarga.

Objek yang dibandingkan dari ITC Depok yaitu

: Bekasi Cyber Park ( BCP)

Bekasi Cyber Park itu nama baru. Dulunya, Hero Plaza. Selain supermarket Hero, McDonald's dulu juga berada di sini. Mungkin karena kalah bersaing dengan tetangganya --Mal Metropolitan dan Mega Bekasi Hypermall-- sejak 2007 Hero Plaza dipermak jadi Bekasi Cyber Park (BCP). Niatnya jadi sentra belanja komputer, IT, dan handpohone, aneka piranti dunia cyber. Karena itu sekarang di sana ada 1st Computer Square, superstore komputer dan gadget.

Meski begitu, karena niatnya memadukan gaya hidup dengan dunia IT, maka mall yang dikeloal PT Surya Agung Manunggal Perkasa itu tetap menghadirkan swalayan, food court, dan toko-toko lainnya. Hari Hari Swalayan, misalnya, menjadi salah satu tenant utamanya. Juga ada Rumahkita, sentra belanja aneka perlengkapan rumah. Toko buku Gunung juga hadir di Bekasi Cyber Park.

Bagian Luar Bangunan (Eksterior)

BCP juga masih terbilang bangunan baru, konsep bangunan ini adalah cosmopolitan dengan di perlihatkan gaya modern dan millenium pada fasade bangunannya. Dengan gaya minimalisnya banunan ini terkesan modern dengan warna merah abu-abu yang mendominasi mengesankan bangunan ini adalah banunan komersil.

Bagian Dalam Bangunan (Interior)

BCP di buat sebagai pusat elektronik se Bekasi, BCP ditargetkan sebagai “tempat belanja handphone, computer, electronic dan leisure yang nyaman dan terlengkap di kota Bekasi menunjukkan bukti bagaimana gaya hidup dan seni berbelanja menjadi milik konsumen.” Lebih jauh dikatakan bahwa BCP ingin memberikan “Suasana belanja yang cosmopolitan, pelayanan konsumen yang mind-satisfaction serta kompetisi bisnis yang menguntungkan, menjadikan tempat ini sebagai segmented mall dengan preferensi konsumen menjadi pilihan uttama".

KESIMPULAN :

Dari kedua bangunan tersebut antara BEKASI SQUARE dan BEKASI CYBER PARK , keduanya adalah bangunan pusat perbelanjaan, dimana bangunan yang didesain, sangat ditujukan kedalam fungsi bangunan masing-masing

ANALISIS BANGUNAN PUBLIK DI CIKARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ADVOKASI



Kritik Advokasi yaitu : metode kritik dalam arsitektur yang memberikan sekadar anjuran yang mencoba bekerja dengan penjelasan lebih terperinci yang kadangkala juga banyak hal yang terlupakan.

Objek yang akan dianalisis adalah Mall Lippo Cikarang

Mall Lippo Cikarang merupakan salah satu pusat pembelanjaan yang terletak di daerah Cikarang. Mall ini adalah mall atau pusat pembelanjaan pertama yang berdiri di cikarang sebagai fasiltas pendukung perumahan lippo cikarang yang notebannya adalah kota industri yang sedang berkembang. Tempat ini merupakan salah satu tempat tujuan berbelanja bagi masyarakat Cikarang, dan tempat Hang Out bagi para remaja, dengan macam-macam fasilatas didalamnya terdapat Main Store, seperti : Matahari Department Store, Toko Buku Gunung Agung, Carefour, Food Court, Bioskop 21, Timezone, KFC, Mc Donald's, Dunkin's Donuts, dsb, yang dijadikan tempat untuk berbelanja, entertainment, ataupun sekedar jalan-jalan.

Mall Lippo Cikarang secara arsitektural ( fasad bangunan)

Menurut saya, Fasad bangunan Mall Lippo Cikarang terlihat masih monoton karena kesan modern minimalis yang ada tidak terlalu menarik, sama dengan bangunan komersil lainnya yang memakai sebagian besar material kaca sebagai dinding. Permainan fasad dan warna bangunan masih terkesan biasa-biasa saja, perlu diolah lagi sedemikian rupa sehingga memberi kesan bangunan yang memperlihatkan nilai jual tinggi sebagai citra dari perumahan elit lippo cikarang dan focal point di sekelilingnya agar dapat menarik warga sekitar untuk dating dan berbelanja.

Mall Lippo Cikarang secara arsitektural ( landskape)

Landscape pada Mall Lippo Cikarang juga kurang terlihat menarik karena sebagian besar lanskape yang ada di pergunakan sebagai parkir mobil di bagian depan bangunan. Walaupun vegetasi yang ada cukup tapi membuat fasad bangunan tidak terlihat dengan jelas dari jalan (bangunan dapat dilihat dengan jelas pada jarak tidak lebih dari 500m dari jalan). Entrance ke bangunan juga hanya diperlihatkan dengan adanya air mancur di bagian depan bangunan. Seharusnya landscape bisa diolah lagi sebagai taman sehingga bisa dinikmati keindahannya oleh pengunjung yang datang bukan digunakan sebagi tempat parkir saja , karena pada dasarnya sudah di sediakan pakir di bagian belakang bangunan.

Lokasi Mall Lippo Cikarang

Bangunan Mall lippo Cikarang terletak di dalam kawasan perumahan elit lippo cikarang sehingga cukup jauh dari jalan raya utama, namun ini tidak menjadi masalah yang besar karena di dukung dengan prasarana jalan kawasan yang cukup besar dan adanya angkot yang langsung menuju Mall Lippo Cikarang sehingga warga daerah lain seperti Lemahabang, Jababeka, Serang, Cibarusah dapat mudah mencapai lokasi tersebut.

Kesimpulan :

Mall Lippo Cikarang seharusnya dapat menjadi acuan dan inspirasi untuk mall-mall yang ada di cikarang seperti CTC (cikarang trade center), Plaza JB, SGC (sentral grosir cikarang). Dengan konsep yang matang Mall Lippo Cikarang dapat menjadi Icon bagi kota cikarang yang notabennya adalah kota berkembang yang lagi gencar-gencarnya pembangunan fasilitas kota sehingga dapat mengangkat citra kota cikarang.

Rabu, 08 Desember 2010

ANALISIS BANGUNAN PUBLIK DI DEPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TERUKUR

ANALISIS BANGUNAN PUBLIK DI DEPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TERUKUR

Definisi Kritik Terukur :

Kritik Terukur yaitu: metode kritik dengan melihat ukuran dan besaran ruang yang digunakan dalam sebuah bangunan dengan acuan standarisasi dengan bangunan lainnya. dan juga dapat mengacu pada standarisasi yang telat ditetapkan dalam Data Arsitektur (Neufert Architect's Data) dan Time Saver

Objek yang akan dianalisis adalah : Aparteman Margonda, Depok



Apartemen Margonda terletak di Jl. Margonda Raya, Pondok Cina, Beji,Depok dengan gedung berdesain modern minimalis. Apartemen Margonda juga didukung dengan ruko yang berada di bagian depan apartemen. Margonda residence merupakan apartemen dan sekaligus shophouse pertama yang hadir di kota depok. dibangun diatas lahan seluas 1,5 ha dan memiliki tinggi 20 lantai dengan kontur tanah berbukit. kehadiran Margonda Residence dengan disain akses centre bridge dan roof garden penghubung antar apartemen manambah keindahan serta menjadi landmark kota depok.


Apartemen margonda dibangun dengan struktur core dan kolom yang terbentuk dengan metode perancangan grid yang memudahkan membentuk fungsi-fungsi ruang tertentu. Acuan dari pendesainan ruang tersebut sebenarnya terbentuk dari kebutuhan space, perhitungan ruang tersebut diukur dari space ruang yang terdapat dari 'personal space' manusia, sehingga pendesaianan ruang tersebut diperuntukan seberapa banyak manusia yang bisa masuk kedalam bangunan tersebut. Untuk denah kamar yang ada semua terbentuk dengan tipikal.sesuai dengan ukuran dan kebutuhan penghuni.

Kamar tidur
dapur
Ruang serbaguna
Detail rancangan interior

Dari semua ruang yang ada di Apartemen Margonda sudah terbentuk sesuai ukuran kebutuhan perhuni dengan memakai skala normal manusia. Serta luas ruang yang di dapat dari dimensi perabot / furniture yang ada dan mengisi ruang kamar tersebut.


Koridor sebagai salah satu fasilitas ruang bersama dan sebagai penghubung antar ruang yang terlihat teratur dengan bentuk grid yang ada sebagai metode perancangannya. Penggunaan metode Grid tersebut bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan fungsi pada ruang tersebut. Dengan plafond yang cukup tinggi maka ruang koridor ini terkesan lebih luas.

Taman,kolam renang dan lapangan

Plaza yang berada di tengah

Ruang terbuka / open space yang ada di Apartemen Margonda di desain sesuai dengan ukuran kebutuhan open space dan jumlah penghuni apartemen sehingga fasilitas publik ini bisa dinikmati oleh seluruh penghuni dengan nyaman dan penghuni dapat melakukan berbagai aktifitas di dalamnya seperti: bersantai,bermain,menunggu,olahraga,berkomunikasi sosial dengan penghuni yang lain.

KESIMPULAN:

Dari hasil analisis dengan metode terukur dapat disimpulkan bahwa bangunan Apartemen Margonda merupakan bangunan yang sudah direncanakan secara matang dan terukur. Perencanaan pada bangunan dengan struktur core dan kolom pada denah menggunakan metode Grid yang dapat memaksimalkan fungsi dari ruang tersebut secara maksimal, dan pada interior kamarnya dibuat sesuai ukuran kebutuhan manisia,dimensi furnituredan skala normal, sehingga seseorang yang berada didalamnya dapat merasakan kenyamanan dan tenang, dan juga fungsi open sapce tersebut berfungsi dengan baik, karena keberadaan open space dalam suatu bangunan sangat penting sebagai fasilitas pendukung yang disediakan untuk kenyamanan penghuni apartemen itu sendiri.

Senin, 17 Mei 2010

KEPADATAN DAN KESESAKAN





KEPADATAN (DENSITY)





A. Pengertian
- Menurut Sundstorm : Sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan.
- Menurut Sarwono : Suatu keadaan akan dikatakan semakin padat bilajumlah manusia pada suatu batas ruang tertentu semakin banyak dibandingkan luas ruangan.

B. Katagori Kepadatan
1. Menurut Altman (dalam studi tahun 1920-an) : Variasi indikator kepadatan berhubungan dengan tingkah laku sosial :
- Jumlah individu dalam sebuah kota
- Jumlah Individu pada daerah sensus
- Jumlah individu pada unit tempat tinggal
- Jumlah ruangan pada unit tempat tinggal
- Jumlah bangunan pada lingkungan sekitar
2. Menurut Jain (1987) : Tingkat kepadatan penduduk dipengaruhi oleh unsure-unsur :
- Jumlah individu pada setiap ruang
- Jumlah ruang pada setiap unit rumah tinggal
- Jumlah unit rumah tinggal pada setiap struktur hunian
- Jumlah struktur hunian pada setiap wilayah pemukiman

Teori Kepadatan Menurut Halohan
1. Kepadatan Spasial (Spasial Density)
Terjadi bila besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau sempit, sedangkan jumlah individu tetap.
2. Kepadatan Sosial (Social Density)
Terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi penambahan luas ruang.



Teori Kepadatan Menurut Altman
1. Kepadatan Altman (Inside Density)
Jumlah individu dalam suatu ruangan atau tempat tinggal.
2. Kepadatan Luar (Outside Density)
Sejumlah individu yang berada pada suatu wilayah tertentu

C. Akibat Kepadatan Yang Tinggi
1. Menurut Taylor :
- Lingkungan sekitar merupakan sumber yang penting dalam mempengaruhisikap, perilaku dan keadaan internal individu di suatu tempat tinggal
- Rumah dan lingkungan pemukiman yaitu yang nyaman member kepuasan psikis
2. Menurut Schrr :
Kualitas pemukiman mempengaruhi persepsi diri, strss, kesehatan fisik.
Kualitas pemukiman mempengaruhi perilaku dan sikap individu.
3. Heimstra dan Mc. Farling, akibat kepadatan :
Akibat Fisik
Akibat Sosial
Akibat Psikis


KESESAKAN

Kesesakan adalah persepsi individu terhadap keterbatasan ruang, bersifat psikis terjadi bila mekanisme privasi individu gagal berfungsi dengan baik.
1. Menurut Altman :
Kesesakan adalah suatu proses interpersonal pada tingkatan interaksi manusia dalam suatu pasangan atau kelompok kecil.
2. Menurut Baum dan Paulus :
Kepadatan dapat dirasa sebagai kesesakan atau tidak, ditentukan oleh penilaian individu berdasarkan :
a. Karakteristik setting fisik
b. Karakteristik setting social
c. Karakteristik personal
d. Kemampuan beradaptasi
3. Menurut Morris :
Kesesakan sebagai devisit suatu ruang.
4. Menurut Ancok :
Kesesakan timbul dari besar-kecilnya ukuran rumah yaitu menentukan besarnya rasio antara penghuni dan tempat (space) yang tersedia.
5. Menurut Stokols :
a. Kesesakan bukan social (nonsocial crowding)
Faktor-faktor fisik menghasilkan perasaan terhadap ruang yang tidak sebanding.
b. Kesesakan social (social crowding)
Perasaan sesak mula-mula dating dari kehadiran orang lain yang terlalu banyak.
c. Kesesakan molar (molar crowding)
Perasaan sesak yaitu dapat dihubungakan dengan skala luas, populaasi penduduk.
d. Kesesakan molekuer (molekuler crowding)
Perasaan sesak yaitu menganalisis mengenai individu, kelompok kecil dan kejadian-kejadian interpersonal.
6. Menurut Rapoport :
Kesesakan adalah suatu evaluasi subjektif dimana besarnya ruang dirasa tidak mencukupi. Batasan kesesakan melibatkan persepsi seseorang terhadap keadaan ruang yang dikaitkan dengan kehadiran sejumlah manusia. Dimana ruang yang tersedia dirasa terbatas atau jumlah manusianya yang dirasa terlalu banyak.

A. Teori-Teori kesesakan
1. Teoari Beban Stimulus
Kesesakan akan terjadi bila stimulus yang diterima individu terlalu banyak (melebihi kapasitas kognitifnya) sehingga timbul kegagalan dalam memproses stimulus atau info dari lingkungan.
Menurut Keating, Stimulus adalah hadirnya banyak orang dan aspek-aspek interaksinya, kondisi lingkunga fisik yang menyebabkan kepadatan social. Informasi yang berlebihan dapat terjadi karena :
a. Kondisi lingkungan fisik yang tidak menyenangkan
b. Jarak antar individu (dalam arti fisik) yang terlalu dekat
c. Suatu percakapan yang tidak dikehendaki
d. Terlalu banyak mitra interaksi
e. Interaksi yang terjadi dirasa terlalu dalam atau terlalu lama
2. Teori Ekologi
Membahas kesesakan dari sudut proses social
a. Menurut Micklin :
Sifat-sifat umum model pada ekologi manusia :
1. Teori ekologi perilaku : Fokus pada hubungan timbale balik antara manusia dan lingkungan.
2. Unit analisisnya : Kelompok social, bukan individu dan organisasi social memegang peranan penting
3. Menekankan pada distribusi dan penggunaan sumber-sumber material dan sosial
b. Menurut Wicker :
Teori Manning : Kesesakan tidak dapat dipisahkan dari factor setting dimana hal itu terjadi.
3. Teori Kendala Perilaku
Kesesakan terjadi karena adanya kepadatan sedemikian rupa sehingga individu merasa terhambat untuk melakukan sesuatu.Kesesakan akan terjadi bila system regulasi privasi seseorang tidak berjalan secara efektif lebih banyak kontak social yang tidak diinginkan. Kesesakan timbul karena ada usaha-usaha yang terlalu banyak, yang butuh energy fisik maupun psikis, guna mengatur tingkat interaksi yang diinginkan.

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesesakan
1. Faktor Personal
a. Kontrol Pribadi dan Locus Of Control; Selligman, dkk :
Kepadatan meningkat bias menghasilkan kesesakan bila individu sudah tidak punya control terhadap lingkungan sekitarnya. Control pribadi dapat mengurangi kesesakan. Locus Of Control ibternal : Kecendrungan individu untuk mempercayai (atau tidak mempercayai) bahwa keadaab yang ada di dalam dirinya lah yang berpengaruh kedalam kehidupannya.
b. Budaya, pengalaman dan proses adaptasi
Menurut Sundstrom : Pengalaman pribadi dalam kondisi padat mempengaruhi tingkat toleransi.
Menurut Yusuf : Kepadatan meningkat menyebabkan timbulnya kreatifitas sebagai intervensi atau upaya menekankan perasaan sesak.
c. Jenis kelamin dan usia
Pria lebih reaktif terhadap kondisi sesak
Perkembangan, gejala reaktif terhadap kesesakan timbul pada individu usia muda.
2. Faktor Sosial
a. Kehadiran dan perilaku orang lain
b. Formasi koalisi
c. Kualitas hubungan
d. Informasi yang tersedia
3. Faktor Fisik
- Goves dan Hughes : Kesesakan didalamnya rumah berhubungan dengan factor-faktor fisik, jenis rumah, urutan lantai, ukuran, suasan sekitar.
- Altman dan Bell, dkk : Suara gaduh,panas, polusi, sifat lingkungan, tipe suasana, karakteristik setting mempengaruhi kesesakan.

C. Pengaruh Kesesakan terhadap Perilaku
Lingkungan sesak => aktifitas seseorang terganggu => interaksi interpersonal yang tidak diinginkan => mengganggu individu mencapai tujuan => gangguan norma meningkat ketidaknyamanan => penarikan diri dan menurunnya kualitas hidup.
Pengaruh Negatif Kesesakan ;
Penurunan-penurunan Psikologis : perasaan kurang nyaman, stress, cemas, suasana hati yang kurang baik, prestasi menurun, agresifitas meningkat, dan lain-lain.
Malfungsi Fisiologis : Meningkatnya tekanan darah dan detak jantung, penyakit-penyakit fisik.
Hubungan Sosial Individu : Kenakalan remaja, menurunnya sikap gotong royong, menarik diri, berkurangnya intensitas hubungan social, dll.

Asumsi Konsekuensi Negatif dari Kesesakan :
1. Model beban stimulus
2. Model kendala perilaku
3. Model ekologi
Perilaku negative akibat sesak dan padat hanya terjadi pada situasi dimana pilihan-pilihan yang tersedia sedikit.
4. Model atribusi
Akibat negative kepadatan dan kesesakan hanya terjadi pada tempat dan situasi teryentu.
5. Model aurosal
Kepadatan dan kesesakan menyebabkan terstimulinya perangkat-perangkat fisiologis tekanan darah meningkat.

Sumber ;

http://mariachrisnatalia.blogspot.com/2010/04/kepadatan-kesesakan-personal-space_25.html

Jumat, 09 April 2010

Personal space / Privacy danTeritorial manusia

Personal space/ruang pribadi adalah kawasan sekitarnya seseorang yang mereka anggap sebagai psikologis mereka. Invasi ruang pribadi sering menyebabkan ketidaknyamanan, kemarahan, atau kecemasan pada pihak korban. Gagasan ruang pribadi berasal dari Edward T. Hall , yang gagasannya dipengaruhi oleh Heini Hediger.


ruang pribadi Seseorang (dan sesuai zona kenyamanan ) adalah sangat bervariasi dan sulit untuk mengukur secara akurat. Perkiraan tempat itu sekitar 24,5 inci (60 cm) di kedua sisinya, 27,5 inci (70 cm) di depan dan 15,75 inci (40 cm) di belakang untuk orang Barat rata-rata.



Ruang pribadi adalah sangat bervariasi. Mereka tinggal di sebuah tempat yang berpenduduk padat cenderung memiliki ruang pribadi yang lebih kecil.Warga India cenderung memiliki ruang pribadi lebih kecil daripada di Mongolia padang rumput, baik dalam hal rumah dan individu. Untuk contoh yang lebih rinci, lihat kontak Tubuh dan ruang pribadi di Amerika Serikat.
Ruang pribadi telah berubah historis bersama dengan batas-batas publik dan swasta dalam budaya Eropa sejak Kekaisaran Romawi. Topik ini telah dieksplorasi dalam A History of Private Life, di bawah redaktur umum Philippe Aries dan Georges Duby, diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Belknap Press.
ruang pribadi adalah juga dipengaruhi oleh posisi seseorang dalam masyarakat dengan individu-individu lebih makmur menuntut ruang pribadi yang lebih besar. Orang membuat pengecualian terhadap, dan memodifikasi persyaratan ruang mereka. Misalnya dalam pertemuan romantis tegangan dari jarak dekat yang memungkinkan ruang pribadi dapat ditafsirkan kembali ke semangat emosional. Selain itu, sejumlah hubungan memungkinkan untuk ruang pribadi untuk dimodifikasi dan ini termasuk hubungan keluarga, mitra romantis, persahabatan dan kenalan dekat di mana tingkat yang lebih besar dari kepercayaan dan pengetahuan seseorang memungkinkan ruang pribadi harus dimodifikasi.

Privasi adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mengasingkan diri mereka sendiri atau informasi tentang diri mereka sendiri dan dengan demikian mengungkapkan sendiri selektif. Batas-batas dan isi dari apa yang dianggap pribadi berbeda antara budaya dan individu, tapi berbagi tema-tema umum dasar. Privasi kadang-kadang terkait dengan anonimitas , keinginan untuk tetap diperhatikan atau tak dikenal di ranah publik. Bila ada sesuatu yang pribadi ke seseorang, biasanya berarti ada sesuatu dalam diri mereka yang dianggap inheren khusus atau pribadi sensitif. Tingkat dimana informasi pribadi yang terkena karena itu tergantung pada bagaimana masyarakat akan menerima informasi ini, yang berbeda antara tempat dan dari waktu ke waktu Privasi lebih luas daripada keamanan dan termasuk konsep penggunaan dan perlindungan informasi.


Privacy berarti :
Keinginan seseorang untuk tidak di ganggu kesendiriannya.
Dorongan untuk melindungi ego sendiri dari gangguan orang lain.
Area dimana hanya dirinya dan orang-orang tertentu saja yang boleh memasukinya.
Tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan Privasi yang diinginkan menyangkut keterbukaan dan ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin berusaha supaya sukar dicapai orang lain.
Privacy memiliki 2 jenis penggolongan,
1. Golongan yang berkeinginan untuk tidak diganggu secara fisik.
a. Keinginan untuk menyendiri (solitude)
Misalnya ketika seseorang sedang dalam keadaan sedih dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
b. Keinginan untuk menjauhkan dari pandangan atau gangguan suara tetangga / lalu lintas (seclusion)
Misalnya saat seseorang ingin menenangkan pikirannya , ia pergi ke daerah pegunungan untuk menjauhkan diri dari keramaian kota.
c. Keinginan untuk intim dengan orang-orang tertentu saja, tetapi jauh dari semua orang (intimacy)
Misalnya orang yang pergi ke daerah puncak bersama orang-orang terdekat seperti keluarga.


2. Golongan yang berkeinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya memberi informasi yang dianggap perlu.
a. Keinginan untuk merahasiakan jati diri (anaonimity)
b. Keinginan untuk tidak mengungkapkn diri terlalu banyak kepada orang lain (reserve)
c. Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga (not neighboring)


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Personal_space
http://en.wikipedia.org/wiki/Privacy
Dharma, Agus. Seri Diktat Kuliah Teori Arsitektur 2. Gunadarma, Depok, 1998