Jumat, 09 April 2010

Personal space / Privacy danTeritorial manusia

Personal space/ruang pribadi adalah kawasan sekitarnya seseorang yang mereka anggap sebagai psikologis mereka. Invasi ruang pribadi sering menyebabkan ketidaknyamanan, kemarahan, atau kecemasan pada pihak korban. Gagasan ruang pribadi berasal dari Edward T. Hall , yang gagasannya dipengaruhi oleh Heini Hediger.


ruang pribadi Seseorang (dan sesuai zona kenyamanan ) adalah sangat bervariasi dan sulit untuk mengukur secara akurat. Perkiraan tempat itu sekitar 24,5 inci (60 cm) di kedua sisinya, 27,5 inci (70 cm) di depan dan 15,75 inci (40 cm) di belakang untuk orang Barat rata-rata.



Ruang pribadi adalah sangat bervariasi. Mereka tinggal di sebuah tempat yang berpenduduk padat cenderung memiliki ruang pribadi yang lebih kecil.Warga India cenderung memiliki ruang pribadi lebih kecil daripada di Mongolia padang rumput, baik dalam hal rumah dan individu. Untuk contoh yang lebih rinci, lihat kontak Tubuh dan ruang pribadi di Amerika Serikat.
Ruang pribadi telah berubah historis bersama dengan batas-batas publik dan swasta dalam budaya Eropa sejak Kekaisaran Romawi. Topik ini telah dieksplorasi dalam A History of Private Life, di bawah redaktur umum Philippe Aries dan Georges Duby, diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh Belknap Press.
ruang pribadi adalah juga dipengaruhi oleh posisi seseorang dalam masyarakat dengan individu-individu lebih makmur menuntut ruang pribadi yang lebih besar. Orang membuat pengecualian terhadap, dan memodifikasi persyaratan ruang mereka. Misalnya dalam pertemuan romantis tegangan dari jarak dekat yang memungkinkan ruang pribadi dapat ditafsirkan kembali ke semangat emosional. Selain itu, sejumlah hubungan memungkinkan untuk ruang pribadi untuk dimodifikasi dan ini termasuk hubungan keluarga, mitra romantis, persahabatan dan kenalan dekat di mana tingkat yang lebih besar dari kepercayaan dan pengetahuan seseorang memungkinkan ruang pribadi harus dimodifikasi.

Privasi adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mengasingkan diri mereka sendiri atau informasi tentang diri mereka sendiri dan dengan demikian mengungkapkan sendiri selektif. Batas-batas dan isi dari apa yang dianggap pribadi berbeda antara budaya dan individu, tapi berbagi tema-tema umum dasar. Privasi kadang-kadang terkait dengan anonimitas , keinginan untuk tetap diperhatikan atau tak dikenal di ranah publik. Bila ada sesuatu yang pribadi ke seseorang, biasanya berarti ada sesuatu dalam diri mereka yang dianggap inheren khusus atau pribadi sensitif. Tingkat dimana informasi pribadi yang terkena karena itu tergantung pada bagaimana masyarakat akan menerima informasi ini, yang berbeda antara tempat dan dari waktu ke waktu Privasi lebih luas daripada keamanan dan termasuk konsep penggunaan dan perlindungan informasi.


Privacy berarti :
Keinginan seseorang untuk tidak di ganggu kesendiriannya.
Dorongan untuk melindungi ego sendiri dari gangguan orang lain.
Area dimana hanya dirinya dan orang-orang tertentu saja yang boleh memasukinya.
Tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkatan Privasi yang diinginkan menyangkut keterbukaan dan ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin berusaha supaya sukar dicapai orang lain.
Privacy memiliki 2 jenis penggolongan,
1. Golongan yang berkeinginan untuk tidak diganggu secara fisik.
a. Keinginan untuk menyendiri (solitude)
Misalnya ketika seseorang sedang dalam keadaan sedih dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
b. Keinginan untuk menjauhkan dari pandangan atau gangguan suara tetangga / lalu lintas (seclusion)
Misalnya saat seseorang ingin menenangkan pikirannya , ia pergi ke daerah pegunungan untuk menjauhkan diri dari keramaian kota.
c. Keinginan untuk intim dengan orang-orang tertentu saja, tetapi jauh dari semua orang (intimacy)
Misalnya orang yang pergi ke daerah puncak bersama orang-orang terdekat seperti keluarga.


2. Golongan yang berkeinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya memberi informasi yang dianggap perlu.
a. Keinginan untuk merahasiakan jati diri (anaonimity)
b. Keinginan untuk tidak mengungkapkn diri terlalu banyak kepada orang lain (reserve)
c. Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga (not neighboring)


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Personal_space
http://en.wikipedia.org/wiki/Privacy
Dharma, Agus. Seri Diktat Kuliah Teori Arsitektur 2. Gunadarma, Depok, 1998

Minggu, 28 Maret 2010

perilaku manusia pada open space

PERILAKU MANUSIA DI OPEN SPACE

Perilaku manusia di ruang terbuka nampaknya menjadi topic yang menarik untuk di bahas. Masalah umum tentang ruang terbuka dalam permasalahan perkotaan adalah kurang tersusunnya perkembangan perkotaan dan menurunnya kualitas lingkungan hidup, yang berakibat pada perubahan perilaku masyarakat yang kontra produktif dan berdampak menimbulkan kerugian/bencana. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat akibat kurangnya ruang kota yang dapat menyalurkan kebutuhan interaksi sosial dan pelepas ketegangan yang dialami oleh masyarakat perkotaan. Sebelum membahas lebih lanjut tentang Perilaku Manusia di Ruang Terbuka, ada baiknya kita mengetahui arti dari perilaku manusia dan ruang terbuka itu sendiri.

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Penulusuran pola perilaku manusia berkaitan dengan tatanan lingkungan binaan / fisik.

Menurut Gunadi (1995) dalam perencanaan ruang kota (townscapes) dikenal istilah Ruang Terbuka (open space), yakni daerah atau tempat terbuka di lingkungan perkotaan. RT berbeda dengan istilah ruang luar (exterior space), yang ada di sekitar bangunan dan merupakan kebalikan ruang dalam (interior space) di dalam bangunan. Definisi ruang luar, adalah ruang terbuka yang sengaja dirancang secara khusus untuk kegiatan tertentu, dan digunakan secara intensif, seperti halaman sekolah, lapangan olahraga, termasuk plaza (piazza) atau square.Sedang: ‘zona hijau’ bisa berbentuk jalur (path), seperti jalur hijau jalan, tepian air waduk atau danau dan bantaran sungai, bantaran rel kereta api, saluran/ jejaring listrik tegangan tinggi, dan simpul kota (nodes), berupa ruang taman rumah, taman lingkungan, taman kota, taman pemakaman, taman pertanian kota, dan seterusnya, sebagai Ruang Terbuka (Hijau).

Ruang Terbuka (RT), tak harus ditanami tetumbuhan, atau hanya sedikit terdapat tetumbuhan, namun mampu berfungsi sebagai unsur ventilasi kota, seperti plaza dan alun-alun. Tanpa RT, apalagi RTH, maka lingkungan kota akan menjadi ‘Hutan Beton’ yang gersang, kota menjadi sebuah pulau panas (heat island) yang tidak sehat, tidak nyaman, tidak manusiawi, sebab tak layak huni.

Ruang terbuka disebut Taman Kota (park), yang berada di luar atau di antara beberapa bangunan di lingkungan perkotaan, semula dimaksudkan pula sebagai halaman atau ruang luar, yang kemudian berkembang menjadi istilah Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota, karena umumnya berupa ruang terbuka yang sengaja ditanami pepohonan maupun tanaman, sebagai penutup permukaan tanah. Tanaman produktif berupa pohon bebuahan dan tanaman sayuran pun kini hadir sebagai bagian dari RTH berupa lahan pertanian kota atau lahan perhutanan kota yang amat penting bagi pemeliharaan fungsi keseimbangan ekologis kota.

Secara umum ruang terbuka publik (open spaces) di perkotaan terdiri dari ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non-hijau. Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektural yang dapat memberikan manfaat ekonomi (kesejahteraan) bagi masyarakatnya (Lokakarya RTH, 30 November 2005).

Sementara itu ruang terbuka non-hijau dapat berupa ruang terbuka yang diperkeras (paved) maupun ruang terbuka biru (RTB) yang berupa permukaan sungai, danau, maupun areal-areal yang diperuntukkan khusus sebagai area genangan (retensi/retention basin).

Peran dan Fungsi RTH

Dalam masalah perkotaan, RTH merupakan bagian atau salah satu sub-sistem dari sistem kota secara keseluruhan. RTH sengaja dibangun secara merata di seluruh wilayah kota untuk memenuhi berbagai fungsi dasar yang secara umum dibedakan menjadi:

  • �� Fungsi bio-ekologis (fisik), yang memberi jaminan pengadaan RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (’paru-paru kota’), pengatur iklim mikro, agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar, sebagai peneduh, produsen oksigen, penyerap air hujan, penyedia habitat satwa, penyerap (pengolah) polutan media udara, air dan tanah, serta penahan angin;

  • Fungsi sosial, ekonomi (produktif) dan budaya yang mampu menggambarkan ekspresi budaya lokal, RTH merupakan media komunikasi warga kota, tempat rekreasi, tempat pendidikan, dan penelitian;

  • Ekosistem perkotaan; produsen oksigen, tanaman berbunga, berbuah dan berdaun indah, serta bisa mejadi bagian dari usaha pertanian, kehutanan, dan lain-lain;

  • Fungsi estetis, meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota baik (dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan permukiman, maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan). Mampu menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota. Juga bisa berekreasi secara aktif maupun pasif, seperti: bermain, berolahraga, atau kegiatan sosialisasi lain, yang sekaligus menghasilkan ’keseimbangan kehidupan fisik dan psikis’. Dapat tercipta suasana serasi, dan seimbang antara berbagai bangunan gedung, infrastruktur jalan dengan pepohonan hutan kota, taman kota, taman kota pertanian dan perhutanan, taman gedung, jalur hijau jalan, bantaran rel kereta api, serta jalur biru bantaran kali.

Fungsi ideal penyelenggaraan RTH di perkotaan adalah :sebagai identitas (bio-geofisik) kota
- upaya pelestarian plasma nuftah
- penahan dan penyaring partikel padat dari udara
- mengatasi genangan air
- produksi (terbatas)
- ameloriasi iklim
- pengelolaan sampah
- pengelolaan sampah
- pelestarian air tanah
- penapis cahaya silau
- meningkatkan keindahan
- habitat flora/fauna
- mengurangi stress
- mengamankan pantai terhadap abrasi
- meningkatkan industri pariwisata
- lokasi evakuasi terhadap bencana.


Perilaku atau aktivitas manusia pada taman jababeka Cikarang Baru


Funbike Jababeka/Cikarang Baru hari minggu 2 Agt 2009 kemarin. Berbeda dengan funbike yang lalu kali ini funbike start dan finish di Plaza JB.

Kegiatan Jalan Santai dalam rangka 5 tahun Plaza JB, Kota Jababeka, Cikarang Baru, Kab Bekasi. Kegiatan pada 30-3-2008 diikuti sekitar 2000an peserta (perkiraan saya saja)

Perilaku atau aktivitas manusia pada taman Menteng

Salah satu contoh Ruang Terbuka Publik yang terdapat di Jakarta adalah Taman Menteng.

Halte Taman Menteng

Taman Menteng yang ada sekarang dapat dikatakan sebagai suatu laboratorium yang juga dapat ditujukan bagaimana mengubah perilaku masyarakat yang maunya semua serba mudah. Masyarakat yang malas berjalan kaki, tidak mau berkeringat, dan kepanasan. Lihat saja, bagaimana trotoar baru di sepanjang Sudirman, Thamrin, Kuningan yang sedemikian lebarnya saja tak ramai dinikmati. Perlu waktu untuk merubah perilaku masyarakat kita.


Selasa, 16 Maret 2010

LATIHAN SKETSA DOANG.......^_^

ehm,,,,,,,,,,,dari dulu gw emang ga jago sketsa, makanya gambar gw jelek heheheheh,,,,yah maklumlah mang ga bakat kali ya ( masuk arsitek kan ga harus jago sketsa ,,tp klo belajar ya HARUS ,,,,yoi ga guyz???? )
Sketsa ini gw bikin kebanyakan ga pake konsep ( ya,,,asal ja di doang hehehe...) ehm,,,yang penting keliatan ekstrim ja heheheh....
yah w sih emang ga ngerti banget tentang EXTREME BUILDING..
Menurut gw EXTREME BUILDING tuh tergantung cara pandang kita :
1. ekstrim karna bentuk bangunannya yang ga logis
2. ekstrem karna di bangun di tempat2 yang ga lazim ja ( kaya di tengah laut,tebing,dll deh)

Selasa, 29 Desember 2009

FOTOGRAFI masih amatir hehehe.....

lokasi kampus gunadarma H kelapa dua depok


olo



niatnya mau ikut lomba fotografi disuruh pake kamera digital biasa,,,,tp ga tau daftarnya hehehehehehehehe,,,,,,,dodol bngt sieh.....